Sindrom Iritasi Usus—Apa Itu? Dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Sindrom Iritasi Usus—Apa Itu? Dan Bagaimana Cara Mengobatinya?

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus merupakan gangguan sistem pencernaan yang ditandai dengan kontraksi otot abnormal di usus, sehingga menyebabkan kekurangan atau kelebihan cairan pada usus. Gejala yang muncul dari gangguan ini bisa berbeda tiap orangnya. Beberapa orang ada yang mengalami diare. Ada juga yang mengalami jenis kolon spastik, sembelit, nyeri perut, kram, kembung, gas, dan mual, terutama setelah makan.

Tidak ada tes khusus untuk mengetahui IBS, jadi satu-satunya cara mendiagnosis adalah dengan mengesampingkan kemungkinan lainnya. Penyebab pasti dari Irritable Bowel Syndrome belum ditemukan, tapi intoleransi makanan atau alergi bisa memperparah kondisinya.

Kaitannya Dengan Nutrisi

Pola makan berperan penting dalam memperburuk atau meringankan gejala IBS. Ada makanan yang dapat memperparah gejala IBS, ada juga yang dapat membantu meringankan atau bahkan menghilangkan gejalanya. Berikut panduan yang dapat pertimbangkan untuk dicoba:

Makan dengan porsi kecil. Hindari makan dengan porsi besar dan beri selang waktu antara jadwal makan. Hal ini dapat mengurangi kontraksi usus dan diare.

Makan dengan perlahan. Makan terlalu cepat dapat meningkatkan udara yang tertelan, hal ini bisa memicu gas usus. Makan terlalu cepat juga membuat makanan tidak terkunyah dengan baik sehingga akan sulit dicerna.

Penuhi kebutuhan air. Agar kebutuhan air tetap terjaga, minum setidaknya 8 gelas air. Hindari minuman yang berpotensi menyebabkan iritasi pada usus, seperti alkohol dan minuman berkafein.

Hindari makanan berlemak. Kebanyakan dokter menganjurkan untuk tidak makan makanan yang digoreng dan makanan berlemak lainnya karena lemak adalah nutrisi yang paling sulit untuk dicerna.

Awasi asupan serat. Produk biji-bijian utuh dan makanan tinggi serat lainnya dapat menjadi masalah bagi penderita IBS yang mempunyai diare kronis. Tapi, jika tidak ada diare kronis, Anda bisa mengonsumsi produk biji-bijian utuh dan makanan tinggi serat.

Penting untuk mengetahui serat mana yang diperlukan. Serat tidak larut dapat membantu mengeraskan tinja serta mengatasi sembelit yang terkait dengan IBS. Sedangkan, serat larut dapat membantu menyerap air, sehingga bermanfaat jika penderita IBS sedang mengalami diare.

Hindari alkohol gula. Gula pengganti seperti sorbitol, laktitol, manitol, dan maltitol yang digunakan dalam berbagai makanan dapat memicu gejala IBS pada beberapa orang. Laktosa dalam produk susu dan fruktosa juga berefek demikian pada beberapa orang.

Probiotik. Riset baru-baru ini telah menemukan bahwa probiotik dapat meringankan gejala dari IBS. Probiotik terbukti dapat menormalkan fungsi usus pada penderita IBS.

Selain Pola Makan

Karena gejala IBS berbeda dari orang ke orang, penting untuk mengembangkan rejimen individual untuk mengatasi gejala yang Anda alami. Di luar anjuran pola makan yang dijelaskan di atas, Anda dapat mencoba tips berikut:

Kenali pemicunya. Langkah pertama untuk mengontrol IBS adalah dengan mengenali faktor pemicu gejalanya. Anda bisa membuat suatu catatan yang berisi kapan gejala muncul, makanan & minuman yang dikonsumsi, dan momen-momen tertentu yang bisa memicu gejala IBS, dengan begitu Anda dapat mencari tahu penyebabnya.

Kurangi stres. Adalah umum jika stres dapat memperparah gejala IBS, jadi penting untuk Anda membuat upaya dalam mengurangi stress yang Anda rasakan, misalnya dengan meditasi, yoga, dan lain-lain.

Olahraga. Aktif secara fisik bisa menjadi sarana terapi bagi penderita IBS. Kenapa? Karena dengan aktif secara fisik, stress bisa berkurang, dan bagi Anda yang mengalami sembelit, fungsi usus bisa kembali normal.

Sumber: https://www.deherba.com/jenis-penyakit-pencernaan.html